Explore my side projects and work using this link

Upsidedown is a WordPress theme design that brings blog posts rising above inverted header and footer components.

Rebahan dan terimakasih bin idris!

Written in

oleh

 

Sebagai orang yang cukup melankolis, terlampau sering cemas, overthinking, dan bimbang menentukan sebuah keputusan. Saya kerap tersiksa dengan pikiran saya sendiri. Apalagi ketika mendengar berita-berita dan masalah yang datang menghujam kepala. Ada masanya ketika masalah itu datang di waktu yang bersamaan, dan saya terjun bebas ke titik terendah.

Seperti ada gumpalan besar di dada saya kala itu, Ia tak menyisakan ruang, menyesakan dan mengganjal. Seperti Ada benteng yang besar dalam kepala saya sehingga pikiran hanya hilir mudik memikirkan hal yang tidak menyenangkan. Seperti ada beban berat di tangan dan kaki saya, membuatnya sulit untuk bergerak.

Dari hal kecil dan besar yang datang ke dalam pikiran, kecemasan tersebut selalu menyerang. Misalnya persoalan keluarga, orang tua yang tak akur, kehilangan seseorang, masalah pertemanan, menunggu hasil/nilai skripsi, gagal dalam ujian, atau tiba-tiba merasa diri sendiri tidak berguna. Dari hari ke hari kecemasan saya tidak pernah padam, waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan terbuang dengan percuma, tergantikan dengan renungan-renungan yang menyesakan dada.

“apa akan percuma semua yang saya kerjakan di semester ini?”

“wah saya pasti batal lulus semester ini,”

“sepertinya teman-teman mulai membeci saya,”

“apa keluarga saya bisa kembali ke kondisi semula?”

“kalau saya batal lulus, orang tua bayar kuliah lagi, mahal,”

“Orang tua pasti kecewa,”

“saya jadi anak yang gagal,”

“duh malu,”

Dan seterusnya dan seterusnya.

Hingga sekelibat berpikir menghabisi hidup sendiri. Menenggak racun atau menggantung diri.

Sampai suatu hari saya menemukan satu coping strategi yang tepat untuk mengatasi tekanan tersebut. Satu hal sederhana, mendengarkan lagu rebahan dari Bin Idris.

Saya dan lagu rebahan seperti punya ikatan yang lebih dari sekedar pendengar dan musiknya. Rebahan selalu jadi nada dering di kehidupan saya. Ia membangunkan saya ketika kelelahan, menenangkan ketika saya cemas, dan meredakan kebimbangan yang selalu hilir mudik di pikiran.

“Tak Perlu Engkau Cemaskan

Segala Yang Kau Duga

Dan Segala Yang Kau Damba

Belum Tentu Tiba,”

Rebahan kerap kali menampar saya, Ia menampar dan mengingatkan memang terkadang kita kerap mencemaskan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dan bahkan tidak akan pernah terjadi. Setelah saya melewati kecemasan-kecemasan yang datang satu-persatu, itu membuktikan bahwa yang selama ini saya cemaskan adalah sekedar angan-angan palsu yang hanya menghabiskan tenaga dan pikiran.

Ia juga menyadarkan saya bahwa diri saya lebih dari apa yang saya pikirkan. Kamu tak sebodoh yang kamu pikirkan, kamu tidak selemah yang kamu pikirkan, tapi juga menundukan bahwa kamu tidak sehebat yang kamu pikirkan.

Rebahan mengajarkan saya untuk menikmati perjalanan baik yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan.

“jika kamu baru mendapatkan pekerjaan, kamu tidak harus langsung bisa segalanya, jalani dan berproseslah,”

“jika kamu di semester 3, kamu tidak harus berkemampuan sama dengan seniormu, jalani dan berproseslah,”

“jika kamu tertinggal dari teman-temanmu, sesekali menunduk, sesekali menengadah dan berjalanlah terus, semua yang kamu lakukan hari ini pasti bermanfaat untuk hidupmu di kemudian hari, percayalah”

di balik keraguanmu
yang tak perlu kau hiraukan
segala yang tersisa

takan layu
dan berlalu,

Diantara Sejuk Hembusnya Disampingmu
Angan-angan Tersembunyi Dibawah Sadarmu”

Ditengah dunia yang bergulir sangat cepat ini, ingatlah bahwa berjalan pelan bukan sebuah kesalahan, megapai sebuah pencapaian itu butuh waktu yang tidak singkat, tidak ada yang salah dengan hidupmu, jika dunia kau rasa cukup kejam, kamu ada dijalan yang sama denganku dan orang-orang di sekelilingmu. Mari berjalan dan nikmati segala yang telah dan akan kita lewati.

Sambil sesekali memberikan pukulan pada dunia.

“kan ku jelang meski tiada artinya
kan ku kenang meski tersirat duka”

 

Tag

Tinggalkan komentar